Jumat, 16 Oktober 2015

Konversi Sistem Bilangan

Sistem bilangan biner, oktal, desimal, dan heksadesimal
  • Bilangan biner (basis 2, terdiri dari angka 0 dan 1)
  • Bilangan oktal (basis 8, terdiri dari angka 0 - 7)
  • Bilangan desimal (basis 10, terdiri dari angka 0 - 9)
  • Bilangan heksadesimal (basis 16, terdiri dari: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F)

Konversi sistem bilangan

I. Desimal - Biner
     Dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 2 (nilai basis bilangan biner).
Contoh: 47(10)=...(2)

     47 : 2 = 23 sisa 1
     23 : 2 = 11 sisa 1
     11 : 2 = 5 sisa 1
     5 : 2 = 2 sisa 1
     2 : 2 = 1 sisa 0

Hasil konversi dibaca dari bawah ke atas: 101111
Jadi, 47(10)=101111(2)

II. Desimal - Oktal
     Dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 8 (nilai basis bilangan oktal).
Contoh: 79(10)=...(8)

     79 : 8 = 9 sisa 7
     9 : 8 = 1 sisa 1

Hasil konversi dibaca dari bawah ke atas: 117
Jadi, 79(10)=117(8)

III. Desimal - Heksadesimal
     Dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 16 (nilai basis bilangan heksadesimal).
Contoh: 267(10)=...(16)

     267 : 16 = 16 sisa 11 -> B
     16 : 16 = 1 sisa 0

Hasil konversi dibaca dari bawah ke atas: 10B
Jadi, 267(10)=10B(8)

IV. Biner - Desimal
     Dilakukan dengan mengalikan setiap bilangan biner dengan nilai basis pangkat 0, 1, 2 dst.
Contoh: 10111(2)=...(10)

24 23 22 21 20
1 0 1 1 1

     10111(2)=(1 x 24)+(0 x 23)+(1 x 22)+(1 x 21)+(1 x 20)
                   =(1 x 16)+(0 x 8)+(1 x 4)+(1 x 2)+(1 x 1)
                   =16+0+4+2+1
                   =23(10)

Jadi, 10111(2)=23(10)

V. Oktal - Desimal
     Dilakukan dengan mengalikan setiap bilangan oktal dengan nilai basis pangkat 0, 1, 2 dst.
Contoh: 123(8)=...(10)

82 81 80
1 2 3

     123(8)=(1 x 82)+(2 x 81)+(3 x 80)
               =(1 x 64)+(2 x 8)+(3 x 1)
               =64+16+3
               =83(10)

Jadi, 123(8)=83(10)

VI. Heksadesimal - Desimal
     Dilakukan dengan mengalikan setiap bilangan heksadesimaldengan nilai basis pangkat 0, 1, 2 dst.
Contoh: 1B4E(16)=...(10)

163 162 161 160
1 B 4 E
1 11 4 14

     1B4E(16)=(1 x 163)+(11 x 162)+(4 x 161)+(14 x 160)
                   =(1 x 4096)+(11 x 256)+(4 x 16)+(14 x 1)
                   =4096+2816+64+14
                   =6990(10)

Jadi, 1B4E(16)=6990(10)

VII. Biner - Oktal
     Dilakukan dengan mengelompokkan bilangan biner menjadi tiga angka tiga angka dari sebelah kanan, kemudian ke tiga angka tersebut dikonversikan ke dalam bilangan desimal.
Contoh: 10101001(2)=...(8)

10 101 001
2 5 1


Jadi, 10101001(2)=251(8)

VIII. Biner - Heksadesimal
     Dilakukan dengan mengelompokkan bilangan biner menjadi empat angka empat angka dari sebelah kanan, kemudian ke empat angka tersebut dikonversikan ke dalam bilangan desimal.
Contoh: 10101001(2)=...(16)

1010 1001
10 9
A 9


Jadi, 10101001(2)=A9(16)

IX. Oktal - Biner
     Dilakukan dengan memecah setiap bilangan oktal menjadi tiga angka bilangan biner.
Contoh: 134(8)=...(2)

1 3 4
001 011 100


Jadi, 134(8)=001011100(2) atau 1011100(2) (angka 0 di depan boleh tidak ditulis)

X. Heksadesimal - Biner
     Dilakukan dengan memecah setiap bilangan heksadesimal menjadi empat angka bilangan biner.
Contoh: F32(16)=...(2)

F 3 2
15 3 2
1111 0011 0010


Jadi, F32(16)=111100110010(2)

XI. Oktal - Heksadesimal
     Dapat dilakukan dengan 2 cara:
  • Oktal - Biner - Heksadesimal
  • Oktal - Desimal - Heksadesimal
XI. Heksadesimal - Oktal
     Dapat dilakukan dengan 2 cara:
  • Heksadesimal - Biner - Oktal
  • Heksadesimal - Desimal - Oktal


Semoga bermanfaat :)