- Bilangan biner (basis 2, terdiri dari angka 0 dan 1)
- Bilangan oktal (basis 8, terdiri dari angka 0 - 7)
- Bilangan desimal (basis 10, terdiri dari angka 0 - 9)
- Bilangan heksadesimal (basis 16, terdiri dari: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F)
Konversi sistem bilangan
I. Desimal - Biner
Dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 2 (nilai basis bilangan biner).
Contoh: 47(10)=...(2)
47 : 2 = 23 sisa 1
23 : 2 = 11 sisa 1
11 : 2 = 5 sisa 1
5 : 2 = 2 sisa 1
2 : 2 = 1 sisa 0
Hasil konversi dibaca dari bawah ke atas: 101111
Jadi, 47(10)=101111(2)
II. Desimal - Oktal
Dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 8 (nilai basis bilangan oktal).
Contoh: 79(10)=...(8)
79 : 8 = 9 sisa 7
9 : 8 = 1 sisa 1
Hasil konversi dibaca dari bawah ke atas: 117
Jadi, 79(10)=117(8)
III. Desimal - Heksadesimal
Dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 16 (nilai basis bilangan heksadesimal).
Contoh: 267(10)=...(16)
267 : 16 = 16 sisa 11 -> B
16 : 16 = 1 sisa 0
Hasil konversi dibaca dari bawah ke atas: 10B
Jadi, 267(10)=10B(8)
IV. Biner - Desimal
Dilakukan dengan mengalikan setiap bilangan biner dengan nilai basis pangkat 0, 1, 2 dst.
Contoh: 10111(2)=...(10)
| 24 | 23 | 22 | 21 | 20 |
| 1 | 0 | 1 | 1 | 1 |
10111(2)=(1 x 24)+(0 x 23)+(1 x 22)+(1 x 21)+(1 x 20)
=(1 x 16)+(0 x 8)+(1 x 4)+(1 x 2)+(1 x 1)
=16+0+4+2+1
=23(10)
Jadi, 10111(2)=23(10)
V. Oktal - Desimal
Dilakukan dengan mengalikan setiap bilangan oktal dengan nilai basis pangkat 0, 1, 2 dst.
Contoh: 123(8)=...(10)
| 82 | 81 | 80 |
| 1 | 2 | 3 |
123(8)=(1 x 82)+(2 x 81)+(3 x 80)
=(1 x 64)+(2 x 8)+(3 x 1)
=64+16+3
=83(10)
Jadi, 123(8)=83(10)
VI. Heksadesimal - Desimal
Dilakukan dengan mengalikan setiap bilangan heksadesimaldengan nilai basis pangkat 0, 1, 2 dst.
Contoh: 1B4E(16)=...(10)
| 163 | 162 | 161 | 160 |
| 1 | B | 4 | E |
| 1 | 11 | 4 | 14 |
1B4E(16)=(1 x 163)+(11 x 162)+(4 x 161)+(14 x 160)
=(1 x 4096)+(11 x 256)+(4 x 16)+(14 x 1)
=4096+2816+64+14
=6990(10)
Jadi, 1B4E(16)=6990(10)
VII. Biner - Oktal
Dilakukan dengan mengelompokkan bilangan biner menjadi tiga angka tiga angka dari sebelah kanan, kemudian ke tiga angka tersebut dikonversikan ke dalam bilangan desimal.
Contoh: 10101001(2)=...(8)
| 10 | 101 | 001 |
| 2 | 5 | 1 |
Jadi, 10101001(2)=251(8)
VIII. Biner - Heksadesimal
Dilakukan dengan mengelompokkan bilangan biner menjadi empat angka empat angka dari sebelah kanan, kemudian ke empat angka tersebut dikonversikan ke dalam bilangan desimal.
Contoh: 10101001(2)=...(16)
| 1010 | 1001 |
| 10 | 9 |
| A | 9 |
Jadi, 10101001(2)=A9(16)
IX. Oktal - Biner
Dilakukan dengan memecah setiap bilangan oktal menjadi tiga angka bilangan biner.
Contoh: 134(8)=...(2)
| 1 | 3 | 4 |
| 001 | 011 | 100 |
Jadi, 134(8)=001011100(2) atau 1011100(2) (angka 0 di depan boleh tidak ditulis)
X. Heksadesimal - Biner
Dilakukan dengan memecah setiap bilangan heksadesimal menjadi empat angka bilangan biner.
Contoh: F32(16)=...(2)
| F | 3 | 2 |
| 15 | 3 | 2 |
| 1111 | 0011 | 0010 |
Jadi, F32(16)=111100110010(2)
XI. Oktal - Heksadesimal
Dapat dilakukan dengan 2 cara:
- Oktal - Biner - Heksadesimal
- Oktal - Desimal - Heksadesimal
Dapat dilakukan dengan 2 cara:
- Heksadesimal - Biner - Oktal
- Heksadesimal - Desimal - Oktal
Semoga bermanfaat :)